楚国有个卖盾和矛的人,称赞盾说:“我的盾很坚固,任何东西也不能刺穿它。”又称赞他的矛,说:“我的矛很锋利,任何东西没有刺不穿的。”后来,有人问
他:“用您的矛,来刺您的盾,将会怎么样?”那个卖矛盾的人不能回答。任何东西都不能刺穿的盾,和任何东西没有刺不穿的矛,并不能同时存在的。这个故事讽
刺了那些违反逻辑、吹牛撒谎、自相矛盾的人。
Di Negara Chu ada seorang pedagang perisai dan tombak dan suka melebih –
lebihkan barang jualannya. Pada suatu hari si penjual bangun lebih
pagi, lalu pergi ke pasar untuk menjual tombak dan perisainya seperti
biasa. Untuk menarik perhatian pembeli, dia langsung mengangkat
perisainya sambil berteriak,
"Marilah beli perisaiku ini. Perisaiku ini keras sekali. Ia mampu menahan jenis tombak apa saja, berapa pun tajamnya!" Kemudian, dia mengangkat tombaknya, sambil terus berteriak, "Marilah beli tombakku ini. Tombakku ini tajam sekali, sehingga ia mampu menembus jenis perisai apapun, walau berapapun tebalnya!"
Setelah mendengar kata-kata si pedagang itu, seorang pria yang ada di situ bertanya dengan heran, " Apa yang terjadi jika menggunakan tombak kamu untuk menikam dan menembus perisai kamu?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pedagang tersebut tidak tahu bagaimana menjawabnya. Dengan perasaan penuh malu, dia segera mengumpulkan tombak dan perisainya, lalu meninggalkan pasar itu.
Kisah inilah yang menjadi asal peribahasa Tiongkok yang terkenal yang memiliki makna bahwa terkadang ucapan sering bertentangan dengan kenyataan yang terjadi. Peribahasa ini sering digunakan untuk menyindir kalangan terpelajar yang selalu membesarkan diri tapi tidak sesuai dengan kenyataannya.
"Marilah beli perisaiku ini. Perisaiku ini keras sekali. Ia mampu menahan jenis tombak apa saja, berapa pun tajamnya!" Kemudian, dia mengangkat tombaknya, sambil terus berteriak, "Marilah beli tombakku ini. Tombakku ini tajam sekali, sehingga ia mampu menembus jenis perisai apapun, walau berapapun tebalnya!"
Setelah mendengar kata-kata si pedagang itu, seorang pria yang ada di situ bertanya dengan heran, " Apa yang terjadi jika menggunakan tombak kamu untuk menikam dan menembus perisai kamu?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pedagang tersebut tidak tahu bagaimana menjawabnya. Dengan perasaan penuh malu, dia segera mengumpulkan tombak dan perisainya, lalu meninggalkan pasar itu.
Kisah inilah yang menjadi asal peribahasa Tiongkok yang terkenal yang memiliki makna bahwa terkadang ucapan sering bertentangan dengan kenyataan yang terjadi. Peribahasa ini sering digunakan untuk menyindir kalangan terpelajar yang selalu membesarkan diri tapi tidak sesuai dengan kenyataannya.
0 comments for "Ucapan dan Kenyataan Saling Bertentangan (自相矛盾)"
Post a Comment